Misteri Ebola yang Masih Merajalela

Ebola adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus pembawa dengan perantara primata yang berasal dari Afrika. Di angkatan tahun 90-an virus Ebola ini sempat menjadi viral dan banyak diantaranya terjangkit penyakit ini khususnya penduduk pedalaman Afrika. Penderita Ebola mengalami diare, demam dan pendarahan di bagian dalam tubuhnya. Di Indonesia, Ebola memang belum ditemukan akan tetapi riset terbaru memberikan hasil bahwa Ebola telah masuk kawasan banglades dengan perantara kelelawar pemakan buah.

Untuk menghindari virus Ebola, para warga disarankan untuk tidak memelihara atau kontak dengan simpanse dan kelelawar. Hal ini seperti mata rantai virus yang akan menular ketika salah satu terjangkit. Efek mengerikan yang muncul adalah hilangnya kapasitas darah dalam tubuh manusia yang kemudian mematikan penderitanya.

Akses Virus Ebola

Virus Ebola ditularkan dengan proses Filoviruses yaitu penularan virus yang dibawa hewan ke manusia dengan pendarahan cukup besar. Ketika hewan simpanse yang mengidap Ebola dipelihara atau kontak langsung dengan manusia maka manusia akan terjangkit dengan cepat layaknya demam berdarah kemudian manusia akan mengalami masa “sakit” dan bisa menular ke manusia lainnya. Manusia yang telah terjangkit akan diisolasi agar tidak menular ke lainnya. Virus Ebola sangat sensitif sekali karena sedikit saja percikan di kain, jarum suntik dan terkontaminasi dengan cairan tubuh orang akan menyebar. Kabar baiknya, Ebola tidak menular melalui udara tetapi melalui kontak luka atau darah yang masuk.    

Tanda-Tanda Ebola

Gejala awal penderita Ebola ditampakkan dengan ciri-ciri demam, sakit kepala, tubuh menggigil, nyeri otot dan sendi, tubuh terasa lemas. Penampakan gejala awal ini sekitar 2-21 hari setelah melakukan kontak langsung dengan penderita lainnya. Setelah hari ke 21 akan nampak kelanjutan gejala yang lebih serius antara lain:

  • Bagian dada sakit
  • Tenggorokan sakit
  • Mual, muntah dan diare disertai darah
  • Kulit muncul ruam
  • Berat badan menurun dengan drastis
  • Dari mata, hidung, telinga keluar darah

Jika dilihat dari gejala di atas hampir mirip dengan gejala malaria atau demam berdarah tetapi untuk meyakinkan gejala pastinya bisa melakukan cek-up darah ke laboratorium sehingga diperoleh hasil positif atau negatif virus Ebola.

Ketika penderita Ebola telah menjalani perawatan medis, hal yang paling ditakutkan adalah munculnya penyakit komplikasi lain seperti koma, kejang, pendarahan, ketidakfungsian organ dalam. Pada intinya, virus Ebola ini melumpuhkan kinerja organ vital tubuh manusia. Hingga saat ini, belum ada vaksin yang pas untuk menangkal virus Ebola hanya saja bisa dicegah.

Pencegahan Penularan Ebola

Virus Ebola pertama kali ditemukan di Afrika tentunya dari perantara hewan kelelawar dan primata, maka upaya Anda agar tidak terjangkit adalah sebagai berikut:

  • Jangan melakukan perjalanan ke negara endemik Ebola
  • Jauhi rumah sakit yang terdapat pasien Ebola
  • Jangan memelihara hewan primata atau memakan buah bekas gigitan kelelawar, dikhawatirkan akan tertular (khususnya di negara endemik Ebola).

Perkembangbiakan Virus Ebola sangat pesat dan menyerang darah manusia yang kemudian menggumpal dan menghambat aliran darah. Organ lain yang seharusnya mendapat asupan darah akan “macet” dan terjadinya kerusakan secara permanen, organ ginjal muncul sebagai penyakit komplikasi dari Ebola. Pengobatan Ebola sementara ini hanya bisa menaikkan kadar imunitas, kadar cairan dalam tubuh dan transfusi darah.

Cukup mengerikan bukan senjata biologis dibanding senjata militeris!  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *